Komitmen dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus memperkuat transformasi pembelajaran berbasis teknologi kembali ditegaskan melalui kegiatan Monitoring Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang dilaksanakan oleh Pengawas KCD XII Tasikmalaya, Liana Sari, S.Pd., M.Pd., di SMA Plus Assyifa pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini dilanjutkan dengan supervisi pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari penguatan praktik pembelajaran modern.
Kehadiran pengawas disambut langsung oleh Kepala SMA Plus Assyifa, Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd., Gr., yang kemudian mendampingi bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ian Nawawi, S.Pd., Gr., dalam peninjauan pelaksanaan PSAJ. Monitoring dilakukan secara langsung di ruang ujian guna memastikan proses asesmen berjalan tertib, objektif, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia, pelaksanaan PSAJ diikuti oleh 60 peserta didik yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan, yang terbagi ke dalam dua ruang ujian. Kegiatan ini telah berlangsung sejak Senin, 6 April 2026, hingga Sabtu, 11 April 2026, dengan pelaksanaan yang terorganisir dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Liana Sari mengapresiasi kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan PSAJ yang berjalan dengan tertib dan sistematis.
“Pelaksanaan PSAJ di SMA Plus Assyifa menunjukkan pengelolaan yang baik, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Ini mencerminkan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas asesmen sebagai bagian penting dari proses pendidikan,” ungkapnya.
Usai monitoring, kegiatan dilanjutkan dengan supervisi pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik. Dalam sesi ini, para guru diuji secara langsung dalam mengoperasikan perangkat serta diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaannya dalam proses pembelajaran.
Pengawas menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan perencanaan yang matang dan pemerataan akses.
“Papan Interaktif Digital ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh guru. Oleh karena itu, perlu adanya penjadwalan yang terstruktur agar penggunaannya merata dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Selain itu, dalam sesi pembinaan, disampaikan pula sejumlah arahan kedinasan yang relevan dengan penguatan tata kelola pendidikan. Di antaranya, pentingnya pembaruan informasi kegiatan sekolah secara berkala sebagai bentuk transparansi, penguatan komunikasi dengan orang tua, serta upaya mempromosikan capaian peserta didik secara positif.
Pengawas juga mengingatkan bahwa pada pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah tidak diperkenankan memasang baliho di jalan sebagai bagian dari penataan informasi publik yang lebih tertib. Selain itu, dilakukan penekanan terhadap pelaksanaan upacara bendera agar sesuai dengan pembaruan ketentuan berdasarkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026, yang menambahkan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dan lagu Rukun Sama Teman sebagai upaya penguatan karakter, nasionalisme, dan kebangsaan.
Tak kalah penting, disampaikan pula informasi terkait Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah inisiatif nasional yang mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata seperti kebersihan rutin, penanaman pohon, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, SMA Plus Assyifa kembali menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berakar pada nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Upaya penguatan asesmen, optimalisasi teknologi pembelajaran, serta kepatuhan terhadap kebijakan pendidikan menjadi bagian integral dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan ikhtiar berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan belajar yang profesional, tertib, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik yang kuat, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.

