Situpari, Cibeber, Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya — Bagaimana kepemimpinan sekolah diterjemahkan menjadi budaya mutu yang nyata? Pertanyaan inilah yang mengemuka dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) SMA Plus Assyifa periode Januari–Desember 2025, yang digelar pada hari Rabu, 14 Januari 2026 pukul 08.00–10.30 WIB bertempat di Laboratorium Assyifa. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah koordinasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
PKKS merupakan mekanisme evaluasi dan pembinaan kepala sekolah yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi kepemimpinan berjalan secara profesional, akuntabel, dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini, kinerja kepala sekolah dinilai secara menyeluruh dengan mengacu pada standar dan indikator yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMA Plus Assyifa, Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd., menyampaikan paparan kinerja sekolah yang menitikberatkan pada penguatan visi Unggul, Berbudaya, Berkarakter, Akuntabel, dan Religius (UBBAR). Paparan tersebut menggambarkan bagaimana arah kebijakan sekolah dijalankan melalui program-program prioritas yang terencana dan berkelanjutan, selaras dengan tantangan pendidikan masa kini.
Proses penilaian dilakukan oleh tim penilai yang terdiri atas Hadyan Sugalayudhana, M.Pd. selaku Penilai I dan Liana Sari, S.Pd., M.Pd. selaku Penilai II. Penilaian dilaksanakan secara objektif melalui telaah dokumen, wawancara, serta klarifikasi terhadap capaian kinerja kepala sekolah sepanjang periode penilaian.
Kegiatan PKKS ini turut dihadiri oleh Dewan Guru, perwakilan siswa, Komite Sekolah, serta perwakilan orang tua siswa. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat keterbukaan, kolaborasi, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam mendukung tata kelola pendidikan yang bermutu.
SMA Plus Assyifa secara konsisten menyelaraskan pengembangan sekolah dengan kebijakan pendidikan daerah dan nasional, di antaranya Program Panca Waluya Jawa Barat serta 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Penguatan karakter dan religiusitas peserta didik diwujudkan melalui program unggulan seperti MENGAJI dan INFAQ di Hari Jum’at (MANFA’AT) serta Program Tahfidz Al-Qur’an, yang menjadi bagian integral dari budaya sekolah.
Melalui pelaksanaan PKKS tahun 2025 ini, SMA Plus Assyifa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kepemimpinan sekolah yang visioner, profesional, dan berintegritas, sekaligus memperkuat arah pengembangan sekolah menuju satuan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

