Dari Bazar Hingga Fashion Show Kolaborasi Spektakuler Smp Sma Plus Assyifa Tampilkan Pembelajaran Nyata Yang Menginspirasi

Dari Bazar hingga Fashion Show: Kolaborasi Spektakuler SMP–SMA Plus Assyifa Tampilkan Pembelajaran Nyata yang Menginspirasi

Dari Bazar hingga Fashion Show: Kolaborasi Spektakuler SMP–SMA Plus Assyifa Tampilkan Pembelajaran Nyata yang Menginspirasi

Riuh semangat, kreativitas, dan kolaborasi menyatu dalam satu panggung pembelajaran nyata di Kompleks Kampus Assyifa pada Kamis, 16 April 2026. Melalui kegiatan Praktik Kelas 12 dan Kokurikuler SMP–SMA Plus Assyifa, peserta didik dari berbagai jenjang menghadirkan karya, aksi, dan inovasi dalam satu rangkaian kegiatan yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mencerminkan kualitas proses pembelajaran yang utuh.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Plus Assyifa, Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd., yang menegaskan pentingnya pembelajaran kontekstual sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta didik.

“Kegiatan hari ini adalah wujud nyata bahwa pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Ketika peserta didik mampu berkarya, berkolaborasi, dan menampilkan hasil belajarnya, di situlah terbentuk pribadi yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman belajar seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang adaptif dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai dan jati diri.

Suasana semakin semarak dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.

Kokurikuler 2026   Kokurikuler 2026

Sorotan utama kegiatan tertuju pada bazar praktik kelas 12 yang menghadirkan 10 stan kreatif sebagai bagian dari rangkaian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Praktik ini merupakan bentuk integrasi penilaian pada mata pelajaran Seni Budaya yang dipandu oleh Desi Nurasiah, S.Pd., serta Prakarya yang dipandu oleh Eris Herlambang, S.P.. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dinilai dari sisi estetika dan kreativitas, tetapi juga dari keterampilan produksi, inovasi, dan kemampuan kewirausahaan. Beragam produk ditampilkan secara menarik dalam satu kesatuan konsep bazar, mulai dari olahan kuliner seperti seafood, kimchi, seblak mie sehat, bala-bala, gehu, ketupat, cocorot, klepon, gurandil, salad buah, hingga lotek vegetarian, serta produk kreatif seperti paperbag, hiasan dinding, kerajinan tangan berbahan tradisional (aseupan, boboko), gantungan strap masker, parcel bucket, hingga inovasi ikan hias. Setiap kelompok tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga mengelola stan secara profesional, memadukan unsur seni, kreativitas, dan keterampilan praktis dalam satu pengalaman belajar yang komprehensif.

Di sisi lain, peserta didik kelas 10 dan 11 melaksanakan kegiatan penanaman bibit pada polibag yang dipandu oleh Ian Nawawi, S.Pd., serta didampingi oleh Leni, S.Pd. dan Ina Mutoharoh, S.Pd.. Dalam kegiatan ini, siswa belajar secara langsung teknik penanaman yang baik dan benar, mulai dari menyiapkan media tanam hingga proses penyiraman dan penempatan tanaman. Kegiatan ini memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.

Kokurikuler 2026  Kokurikuler 2026  Kokurikuler 2026  Kokurikuler 2026

Kreativitas ilmiah ditunjukkan oleh peserta didik kelas 8A, 8B, dan 8C melalui pembuatan media pembelajaran Gunung Merapi yang dipandu oleh Siti Asma Ruwaida, S.Si.. Menariknya, setelah menyelesaikan proyek, setiap kelompok menampilkan hasil karya mereka di hadapan seluruh peserta kegiatan. Presentasi ini menjadi ajang berbagi pengetahuan sekaligus melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi siswa dalam menyampaikan ide secara ilmiah dan menarik.

Kokurikuler 2026  Kokurikuler 2026  Kokurikuler 2026

Tak kalah memukau, peserta didik kelas 7A, 7B, dan 7C menghadirkan fashion show tematik yang penuh warna dan kreativitas. Kelas 7A mengangkat tema Pahlawan Nasional dan Ulama, kelas 7B dengan tema unik Hantu Muslim, serta kelas 7C dengan tema Profesi. Dengan bimbingan Hopip Abdul Rohman, S.Ag. dan Siti Fatimah, S.Pd., para siswa tampil percaya diri, mengekspresikan ide dan identitas melalui kostum yang mereka kenakan.

Penampilan seni turut menyempurnakan rangkaian kegiatan. Kelas 9A, di bawah arahan Maya Rosmawati, S.Pd., membawakan paduan suara dengan lagu Manuk Dadali dan Runtah yang sarat nilai budaya. Sementara itu, kelas 9B yang dipandu oleh Ima Rahamwati, S.Pd., menampilkan Tari Domba Kuring dan Tari Pokémon, memadukan unsur tradisional dan modern secara harmonis.

Kokurikuler 2026   Kokurikuler 2026

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala SMP Plus Assyifa, Risma Novarindawati, S.Pd., yang memberikan apresiasi atas seluruh rangkaian kegiatan.

“Apa yang ditampilkan hari ini bukan sekadar hasil praktik, tetapi cerminan proses pembelajaran yang melibatkan disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Inilah bagian dari upaya kita membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak, berbudaya, dan siap memberikan kontribusi nyata,” tuturnya.

Lebih dari sekadar agenda rutin, kegiatan ini menjadi cerminan pembelajaran yang hidup—mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta nilai kebersamaan dalam satu pengalaman yang utuh. Peserta didik tidak hanya belajar memahami, tetapi juga mengaktualisasikan, menampilkan, dan mempertanggungjawabkan hasil belajarnya secara nyata.

Melalui kegiatan ini, Assyifa terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, berdaya saing, serta berakar pada nilai budaya dan religiusitas. Sebuah ruang belajar yang tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.