Ada banyak cara untuk mengukur keberhasilan sebuah sekolah. Melalui prestasi akademik, pencapaian nonakademik, atau jumlah lulusan yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, pada Senin, 22 Juni 2026, keluarga besar SMP dan SMA Plus Assyifa menyaksikan ukuran keberhasilan yang lebih mendalam: ketika ilmu, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan selama bertahun-tahun bersemi dalam doa, rasa syukur, dan harapan yang mengiringi langkah para lulusan menuju masa depan.
Melalui kegiatan Pelepasan Kelas IX dan XII serta Kenaikan Kelas VII, VIII, X, dan XI Tahun Ajaran 2025/2026, Assyifa tidak sekadar menyelenggarakan sebuah seremoni tahunan. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 13.00 WIB di Kompleks Assyifa tersebut menjadi momentum penuh makna yang menandai berakhirnya satu fase perjalanan pendidikan sekaligus awal perjalanan baru bagi para peserta didik.
Acara dihadiri oleh jajaran Yayasan Al Mubarokah, pimpinan sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, orang tua peserta didik kelas IX dan XII, serta seluruh peserta didik SMP dan SMA Plus Assyifa. Untuk menjangkau keluarga besar Assyifa yang tidak dapat hadir secara langsung, seluruh rangkaian kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan Facebook Assyifa.
Sejak pagi, suasana hangat dan penuh kebersamaan telah terasa di lingkungan sekolah. Sambil menunggu kedatangan para tamu undangan dan orang tua wisudawan, Assyifa Voice mempersembahkan lagu Rukun Sama Teman dan Duriat Tasik. Alunan lagu tersebut menghadirkan nuansa kekeluargaan yang erat sekaligus menggambarkan identitas Assyifa yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Kemeriahan acara kemudian berlanjut dengan prosesi penyambutan Kepala Sekolah dan para wisudawan yang memasuki area kegiatan melalui arak-arakan kehormatan. Bendera lembaga, organisasi intra sekolah, dan berbagai ekstrakurikuler dibawa oleh anggota Paskibra Assyifa sebagai simbol perjalanan panjang pendidikan dan pengembangan karakter yang telah dilalui para peserta didik. Prosesi dilanjutkan dengan Pedang Pora, yang menghadirkan suasana khidmat yang menandai penghormatan kepada para wisudawan.
Sebagai persembahan pembuka, anggota Pramuka Assyifa menampilkan Semaphore Dance, sebuah kolaborasi kreativitas dan keterampilan kepramukaan yang mendapat apresiasi meriah dari para hadirin.
Acara yang dipandu oleh Dede Via dan Sarah, peserta didik kelas XI IPS, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Nenis Naila Durotun Nisa dari kelas VIII A yang membawakan QS. Al-Mujadalah ayat 11–12, ayat yang mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan, adab, dan kemuliaan orang-orang yang beriman dan berilmu.
Suasana nasionalisme kemudian mengalun ketika seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Hesti Putri Habillah dari kelas VIII A selaku dirigen.
Pendidikan yang Melahirkan Ilmu, Karakter, dan Kebermanfaatan
Dalam sambutannya mewakili SMP dan SMA Plus Assyifa, Kepala SMA Plus Assyifa, Bapak Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd., menegaskan bahwa pelepasan dan kenaikan kelas merupakan hasil dari proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan kelulusan dan kenaikan kelas, tetapi juga mensyukuri proses panjang pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai keislaman, serta perjuangan akademik yang telah dilalui para peserta didik. Kami berharap seluruh lulusan membawa nilai-nilai Assyifa ke mana pun mereka melangkah dan menjadi generasi yang unggul dalam ilmu, kuat dalam akhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Al Mubarokah, Aj. Enuh menekankan pentingnya menjaga hubungan antara ilmu, iman, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ijazah hanyalah tanda bahwa seseorang telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Namun, pendidikan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu yang diperoleh mampu membentuk akhlak, memperkuat keimanan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Kami berharap para lulusan Assyifa menjadi generasi pembelajar yang rendah hati, amanah, dan senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan sekolah dan pesantren.”
Sementara itu, perwakilan Muspika Cikalong dari Polsek Cikalong memberikan apresiasi atas kontribusi Assyifa dalam membina generasi muda yang berkarakter dan memiliki wawasan kebangsaan.
“Assyifa telah menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta kepedulian sosial mereka. Semoga para lulusan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu menjaga persatuan, menjunjung nilai-nilai kebangsaan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.”
“Kalian Tidak Sedang Meninggalkan Assyifa”
Setelah beberapa penampilan seni dari peserta didik SMP dan SMA Plus Assyifa, acara memasuki salah satu sesi yang paling menggetarkan hati.
Perwakilan wisudawan kelas IX dan XII, Siti Rahma, menyampaikan prakata penuh rasa syukur dan penghormatan kepada orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar Assyifa.
“Hari ini kami berdiri di titik yang selama ini kami perjuangkan. Namun, kami menyadari bahwa keberhasilan ini tidak pernah kami raih sendiri. Di balik setiap langkah kami terdapat doa orang tua yang tak pernah putus, guru-guru yang sabar membimbing, dan sahabat-sahabat yang selalu menemani perjuangan. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kami.”
Suasana kemudian berubah menjadi hening ketika Nafisa Azkia Ramadani, perwakilan peserta didik kelas VII, VIII, X, dan XI, berdiri di hadapan para wisudawan.
Dengan suara yang beberapa kali bergetar menahan haru, Nafisa menyampaikan pesan yang menjadi salah satu momen paling membekas sepanjang acara. Tidak sedikit orang tua, guru, bahkan para wisudawan yang tampak menyeka air mata ketika mendengar setiap kalimat yang disampaikan.
“Kakak-kakak kelas IX dan XII, hari ini kalian tidak sedang meninggalkan Assyifa. Kalian sedang membawa Assyifa ke mana pun kaki kalian melangkah. Kalian membawa nilai-nilai yang selama ini ditanamkan, membawa adab yang diajarkan, membawa ilmu yang diperjuangkan, dan membawa karakter yang dibentuk melalui proses panjang yang mungkin tidak selalu mudah.”
Dalam pesannya, Nafisa juga mengungkapkan bahwa perpisahan hari itu menghadirkan kesadaran bahwa sosok-sosok yang selama ini menjadi teladan akan segera melanjutkan perjuangan di tempat yang berbeda.
“Kami masih akan melihat gerbang yang sama. Kami masih akan belajar di ruang kelas yang sama. Kami masih akan mendengar bel sekolah yang sama. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Karena esok, kami tak lagi melihat senyum kakak-kakak yang biasa menyapa, tak lagi melihat sosok yang menjadi panutan dalam organisasi, perlombaan, kegiatan sekolah, maupun kehidupan sehari-hari.”
Ia kemudian menutup pesannya dengan kalimat yang membuat suasana semakin haru.
“Jika hari ini kami harus melepaskan kalian, maka izinkan kami melepaskan dengan cara yang paling indah. Bukan dengan kesedihan, tetapi dengan kebanggaan. Bukan dengan air mata perpisahan, tetapi dengan doa yang tak pernah putus. Karena kami yakin, jarak hanya memisahkan langkah, tidak memisahkan ukhuwah. Waktu hanya mengubah pertemuan, tidak menghapus kenangan.”
Pesan tersebut seolah menjadi representasi perasaan seluruh peserta didik yang ditinggalkan, sekaligus menggambarkan kuatnya budaya persaudaraan yang tumbuh di lingkungan Assyifa.
Air Mata yang Mengiringi Doa
Salah satu puncak emosional acara terjadi dalam Prosesi Sungkem.
Satu per satu wisudawan kelas IX dan XII bersimpuh di hadapan ayah dan ibu mereka. Dengan penuh hormat dan rasa cinta, mereka memohon doa restu serta menyampaikan rasa terima kasih atas pengorbanan yang telah diberikan selama ini.
Suasana haru semakin terasa ketika tiga peserta didik mewakili seluruh wisudawan untuk melakukan sungkem kepada unsur pimpinan pendidikan dan pesantren.
Siti Rahmawati bersimpuh di hadapan Kepala SMP Plus Assyifa, Ibu Risma Novarindawati, S.Pd.; Pajar melakukan sungkem kepada Kepala SMA Plus Assyifa, Bapak Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd.; sementara Khusnul Mubarok melakukan sungkem kepada Aj. Ade yang mewakili Pondok Pesantren Al Mubarokah.
Selepas prosesi tersebut, ketiganya bergegas menuju ibunda tercinta masing-masing untuk kembali bersimpuh dan memeluk hangat orang tua mereka. Tangis haru pecah di berbagai sudut ruangan. Banyak orang tua, guru, dan peserta didik yang tidak mampu menyembunyikan air mata ketika menyaksikan momen penuh makna tersebut.
Kehangatan suasana kemudian diiringi oleh penampilan Assyifa Voice yang membawakan lagu Semua Tentang Kita, menghadirkan nostalgia perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
110 Wisudawan Menapaki Gerbang Masa Depan
Prosesi wisuda menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Sebanyak 110 wisudawan yang terdiri dari 67 peserta didik kelas IX SMP Plus Assyifa dan 43 peserta didik kelas XII SMA Plus Assyifa dipanggil satu per satu menuju panggung kehormatan. Di hadapan orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar Assyifa, mereka menerima map kelulusan yang berisi ijazah, transkrip nilai, dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diserahkan oleh Kepala SMP Plus Assyifa.
Prosesi dilanjutkan dengan pengalungan medali oleh Kepala SMA Plus Assyifa serta penyerahan plakat kenang-kenangan oleh Aj. Ade yang mewakili Pondok Pesantren Al Mubarokah. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan mereka di jenjang SMP dan SMA telah tuntas, sekaligus menjadi gerbang menuju tantangan dan kesempatan baru di masa depan.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan prestasi peserta didik, acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman serta penyerahan penghargaan akademik dan nonakademik yang dipandu oleh Ibu Ima Rahmawati, S.Pd. dan Bapak Daud Pandika, S.Pd. Penghargaan diserahkan secara bergiliran oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, dan guru yang ditugaskan kepada para peserta didik berprestasi.
Assyifa Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Membentuk
Ketua Panitia kegiatan, Ian Nawawi, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang luar biasa antara yayasan, sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta seluruh panitia. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna yang akan selalu dikenang dan menjadi penguat ikatan kekeluargaan di lingkungan Assyifa.”
Sementara itu, Kepala SMP Plus Assyifa, Ibu Risma Novarindawati, S.Pd., menegaskan bahwa pelepasan dan kenaikan kelas merupakan refleksi keberhasilan proses pendidikan yang dilaksanakan sepanjang tahun.
“Kami bersyukur dapat menyaksikan tumbuh dan berkembangnya peserta didik menjadi pribadi-pribadi yang lebih matang, berkarakter, dan siap melanjutkan perjalanan pendidikan berikutnya. Semoga seluruh lulusan senantiasa menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari di Assyifa, terus belajar sepanjang hayat, serta menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.”
Setelah doa yang dipimpin oleh Aj. Ade, kegiatan dilanjutkan dengan selebrasi kelulusan wisudawan. Para wisudawan membentuk lingkaran-lingkaran kecil, saling bergandengan tangan, berbagi pesan terakhir, mengenang perjalanan bersama, serta mengikat kembali tali persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Ketika seluruh rangkaian acara resmi berakhir, peserta didik diberikan kesempatan untuk berfoto bersama para wisudawan, guru, dan sahabat-sahabat mereka. Selanjutnya, seluruh peserta didik diarahkan menuju kelas masing-masing untuk menerima laporan hasil belajar yang disampaikan langsung oleh wali kelas.
Menariknya, semangat kebersamaan tidak berhenti setelah acara selesai. Seluruh panitia yang terdiri dari guru dan peserta didik bergotong royong membersihkan dan merapikan seluruh area kegiatan. Nilai tanggung jawab, kepedulian, dan kerja sama yang selama ini diajarkan di Assyifa kembali terlihat nyata dalam tindakan sederhana tersebut.
Melalui kegiatan ini, Assyifa kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi sekolah untuk melahirkan generasi yang Unggul, Berbudaya, Berkarakter, Akuntabel, dan Religius. Pendidikan di Assyifa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, budaya positif, integritas, dan spiritualitas peserta didik.
Karena sejatinya, para wisudawan hari itu tidak sedang meninggalkan Assyifa. Mereka sedang membawa Assyifa ke mana pun langkah mereka akan menuju.


Tuliskan Komentar Anda