Dari Permainan Hingga Penjelajahan Pengenalan Kepramukaan Assyifa 2026 Hadirkan Belajar Yang Menggembirakan

Dari Permainan hingga Penjelajahan: Pengenalan Kepramukaan Assyifa 2026 Hadirkan Belajar yang Menggembirakan

Dari Permainan hingga Penjelajahan: Pengenalan Kepramukaan Assyifa 2026 Hadirkan Belajar yang Menggembirakan

Tasikmalaya, 18 Juli 2026 – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Kadang, pengetahuan justru lebih mudah tumbuh ketika peserta didik bergerak, bermain, bekerja sama, menghadapi tantangan, dan menemukan jawaban melalui pengalaman secara langsung. Semangat itulah yang mewarnai Kegiatan Pengenalan Kepramukaan SMP dan SMA Plus Assyifa pada Jumat–Sabtu, 17–18 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Assyifa Tahun 2026 yang secara resmi kembali dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026. Dikemas melalui materi, permainan, hiburan, dan penjelajahan, kegiatan Pengenalan Kepramukaan mengusung prinsip kebersamaan, kekeluargaan, belajar sambil melakukan, dan bermain sambil belajar.

Bukan sekadar memperkenalkan organisasi dan kegiatan kepramukaan, rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan baru, membangun keberanian, mengasah kreativitas, melatih kerja sama, sekaligus mulai memahami nilai-nilai yang menjadi bagian dari karakter seorang Pramuka dan karakter peserta didik Assyifa.

Pada hari pertama, peserta didik mendapatkan pengenalan mengenai kepramukaan secara umum, nilai-nilai dasar dan aktivitas kepramukaan, serta berbagai materi yang direkomendasikan dalam rangkaian MPLS. Pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan pengenalan Program Pancawaluya Jawa Barat juga menjadi bagian dari kegiatan, sehingga peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah dan organisasi, tetapi juga diajak memahami kebiasaan positif dan nilai karakter yang diharapkan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan menjadi semakin hangat dengan hadirnya Ibu Liana Sari, S.Pd., M.Pd., Pengawas KCD XII Tasikmalaya sekaligus pelatih Pramuka di Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam kegiatan karena materi kepramukaan tidak disampaikan dalam suasana yang kaku, melainkan dikemas melalui permainan, nyanyian, interaksi, dan keceriaan bersama peserta didik.

Bagi peserta didik yang baru memasuki lingkungan Assyifa, pendekatan tersebut menghadirkan pengalaman awal yang berbeda. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi langsung terlibat, bergerak, tertawa, berinteraksi, dan belajar memahami bahwa kepramukaan merupakan ruang untuk membangun karakter melalui pengalaman.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Liana Sari menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik agar mampu bekerja sama, mandiri, disiplin, dan berani menghadapi berbagai situasi.

“Pramuka bukan hanya tentang seragam, baris-berbaris, atau kegiatan di alam terbuka. Di dalamnya ada proses membangun karakter. Anak-anak belajar bekerja sama, belajar bertanggung jawab, belajar mengambil keputusan, dan belajar menyelesaikan masalah. Karena itu, kegiatan seperti ini harus dibuat menyenangkan agar mereka tidak merasa sedang digurui, tetapi menyadari bahwa mereka sedang belajar melalui pengalaman.”

Ia juga mengapresiasi suasana kegiatan di Assyifa yang mampu mempertemukan unsur pembelajaran, permainan, dan kebersamaan.

“Ketika anak-anak bisa belajar sambil bermain, mereka akan lebih mudah terlibat. Yang kita harapkan bukan hanya mereka mengingat materi hari ini, tetapi ada nilai yang mereka bawa setelah kegiatan selesai: menjadi lebih percaya diri, lebih peduli kepada teman, lebih disiplin, dan berani mencoba hal-hal baru.”

Semangat tersebut kemudian berlanjut pada hari kedua, Sabtu, 18 Juli 2026. Jika hari pertama menjadi ruang untuk mengenal dan memahami, maka hari kedua peserta didik diajak mengalami secara langsung melalui kegiatan penjelajahan.

Penanggung Jawab Kegiatan Pengenalan Kepramukaan, Hopip Abdul Rohman, S.Ag., Gr., -MG., yang juga merupakan Ketua  Gerakan Pramuka Gudep Kabupaten Tasikmalaya 18-167 dan 18-169 Pangkalan SMP dan SMA Plus Assyifa, menjelaskan bahwa kegiatan penjelajahan dirancang sebagai bentuk pembelajaran pengalaman yang menggabungkan tantangan, kreativitas, kerja sama, dan keceriaan.

“Penjelajahan ini kami rancang bukan sekadar untuk membuat peserta didik berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap pos memiliki tujuan pembelajaran dan tantangan yang berbeda. Anak-anak dituntut untuk berpikir, bekerja sama, berkomunikasi, berani mengambil keputusan, serta menyelesaikan masalah bersama kelompoknya. Inilah hakikat belajar sambil melakukan yang ingin kami hadirkan melalui kegiatan kepramukaan.”

Rute penjelajahan disusun melalui sejumlah pos yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah dan kawasan Pondok Pesantren Al Mubarokah, Situpari. Hampir seluruh guru dan staf Assyifa dilibatkan untuk menjadi bagian dari petugas di setiap pos maupun jalur perjalanan peserta.

Setiap pos dikemas dengan karakter yang berbeda. Ada yang menuntut ketangkasan, kreativitas, kerja sama, keberanian, ketelitian, hingga kemampuan peserta didik dalam memecahkan persoalan. Dengan demikian, peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga secara intelektual dan sosial.

Kreativitas peserta didik pun menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian. Mereka dituntut untuk menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan petugas pos. Tidak jarang, keberhasilan sebuah kelompok justru ditentukan oleh kemampuan anggotanya untuk mendengarkan satu sama lain, berbagi peran, dan mengesampingkan kepentingan pribadi demi mencapai tujuan bersama.

Di tengah rangkaian penjelajahan tersebut, Kepala SMA Plus Assyifa, Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd., turut melakukan pemantauan secara langsung. Beliau mengunjungi sejumlah pos dan menyusuri jalur perjalanan peserta untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Menurut beliau, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar di luar situasi pembelajaran formal.

“Kami ingin peserta didik mendapatkan pengalaman bahwa belajar tidak hanya terjadi ketika mereka duduk di dalam kelas. Ketika mereka berada di lapangan, menyelesaikan tantangan bersama teman, belajar memimpin, belajar mengikuti arahan, dan belajar bertanggung jawab terhadap kelompok, sesungguhnya di situlah karakter sedang dibentuk.”

Beliau menambahkan bahwa kegiatan Pengenalan Kepramukaan menjadi bagian penting dalam membangun budaya Assyifa sejak awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah.

“Kami berharap sejak awal mereka mengenal Assyifa sebagai tempat untuk tumbuh. Mereka tidak hanya datang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, mandiri, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut harus tumbuh melalui kebiasaan dan pengalaman nyata.”

Setelah melewati seluruh rangkaian penjelajahan, peserta didik kembali berkumpul di Komplek Kampus Assyifa. Kegiatan kemudian ditutup sekitar pukul 11.00 WIB oleh Ina Mutoharoh, S.Pd., Gr., selaku Ketua  Gerakan Pramuka Gudep Kabupaten Tasikmalaya 18-168 dan 18-170 Pangkalan SMP dan SMA Plus Assyifa.

Dalam sambutannya, Ibu Ina mengajak peserta didik untuk menjadikan pengalaman selama dua hari tersebut sebagai awal dari perjalanan mereka dalam mengenal dan mencintai kegiatan kepramukaan.

“Dua hari ini mungkin terasa singkat, tetapi kami berharap pengalaman yang kalian dapatkan tidak berhenti ketika kegiatan ini selesai. Apa yang kalian pelajari tentang kebersamaan, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian harus dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari.”

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dalam kegiatan bukan semata-mata ditentukan oleh siapa yang paling cepat atau paling kuat, melainkan oleh kemampuan untuk saling mendukung dan menyelesaikan tantangan bersama.

“Dalam Pramuka, kita belajar bahwa tidak ada keberhasilan yang benar-benar kita raih sendirian. Ketika satu teman kesulitan, yang lain membantu. Ketika satu anggota kehilangan semangat, yang lain menguatkan. Itulah kekeluargaan. Itulah semangat kebersamaan yang harus terus kalian jaga di Assyifa.”

Sebagai bentuk apresiasi, kegiatan ditutup dengan pembagian penghargaan kepada peserta terbaik, peserta teraktif, peserta inspiratif, serta kelompok teraktif dan terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas antusiasme, kreativitas, kerja sama, dan kontribusi peserta didik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Bagi Assyifa, Pengenalan Kepramukaan bukan sekadar agenda lanjutan setelah pembukaan MPLS. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membangun fondasi karakter peserta didik sejak hari-hari pertama mereka berada di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman langsung, peserta didik diajak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari kemauan untuk bekerja sama, menghargai orang lain, bertanggung jawab, dan berani menghadapi tantangan.

Semangat tersebut selaras dengan visi Assyifa dalam membentuk generasi yang Unggul, Berbudaya, Berkarakter, Akuntabel, dan Religius. Keunggulan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan mencapai prestasi, tetapi juga keberanian untuk terus belajar. Budaya dibangun melalui kebersamaan dan kepedulian. Karakter ditempa melalui disiplin dan pengalaman. Akuntabilitas tumbuh melalui tanggung jawab. Sementara nilai religius menjadi fondasi agar setiap proses pendidikan memiliki arah dan kebermaknaan.

Lebih dari sekadar kegiatan MPLS, dua hari Pengenalan Kepramukaan tersebut menjadi pesan awal bagi peserta didik baru bahwa perjalanan mereka di Assyifa akan diwarnai oleh proses belajar yang aktif, pengalaman yang bermakna, serta kebersamaan yang menggembirakan.

Karena di Assyifa, belajar bukan hanya tentang mengetahui sesuatu, tetapi tentang mengalami, melakukan, mengambil pelajaran, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Tuliskan Komentar Anda