Regu Mawar Dan Macan Putih Smp Plus Assyifa Tuntaskan Perjuangan Di Lt Ii Cikalong 2026 Hadirkan Pengalaman Dan Capaian Bermakna

Regu Mawar dan Macan Putih SMP Plus Assyifa Tuntaskan Perjuangan di LT II Cikalong 2026, Hadirkan Pengalaman dan Capaian Bermakna

Regu Mawar dan Macan Putih SMP Plus Assyifa Tuntaskan Perjuangan di LT II Cikalong 2026, Hadirkan Pengalaman dan Capaian Bermakna

Cikalong, 1 November 2026 — Semangat, keberanian, dan ikhtiar untuk memberikan yang terbaik bagi pangkalan kembali ditunjukkan oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan Kabupaten Tasikmalaya 18-167 dan 18-168 Pangkalan SMP Plus Assyifa dalam mengikuti Lomba Tingkat II (LT II) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cikalong. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Lapangan Kalapagenep, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya ini menjadi ruang pembuktian kemampuan, penguatan karakter, sekaligus pengalaman berharga bagi para Pramuka Penggalang SMP Plus Assyifa.

LT II merupakan pertemuan Pramuka Penggalang dalam bentuk perkemahan yang dikemas melalui berbagai perlombaan beregu maupun perorangan atas nama regu. Kegiatan ini dirancang dengan karakter kreatif, rekreatif, dan edukatif. Lebih dari sekadar kompetisi, perhelatan ini menjadi wahana pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan jiwa sportivitas.

Keikutsertaan SMP Plus Assyifa dalam perhelatan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan visi Unggul, Berbudaya, Berkarakter, Akuntabel, Religius. Melalui Gerakan Pramuka, nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara nyata dalam proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengembangkan potensi diri.

Dua regu terbaik yang diutus untuk mewakili pangkalan SMP Plus Assyifa ialah Regu Mawar sebagai perwakilan putri dan Regu Macan Putih sebagai perwakilan putra. Regu Mawar dipimpin oleh Hasna Alfikah Listiani selaku Pemimpin Regu (Pinru), didampingi Nayla Almira Putri sebagai Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), bersama Amelia Nurazizah, Salsabila, Dila Rahmadina, D. Via, Dhe Nyda Oktavia Alwady, dan Sinta Melinda. Sementara itu, Khaerunnisa dipersiapkan sebagai anggota cadangan.

Adapun Regu Macan Putih dipimpin oleh Lutfi Zamzam Nurjaman sebagai Pinru dan Parhanudin sebagai Wapinru, dengan anggota Muhammad Mufti Algifari, Andika Maulidan, Abian Risyad Afandi, Moch. Jeri Saputra, Miftah Nurul Irfan, dan Ripan Apriliana.

Perjalanan menuju arena perlombaan diawali dengan proses persiapan yang penuh dinamika. Pembentukan regu utama dan persiapan teknis secara intensif baru dapat dilaksanakan dalam rentang waktu yang relatif singkat. SMP Plus Assyifa sebelumnya mengambil sikap untuk menunggu diterbitkannya petunjuk teknis (juknis) resmi LT II Kwartir Ranting Cikalong, meskipun pihak pangkalan telah lebih dahulu memperoleh juknis Lomba Tingkat III (LT III) Kabupaten Tasikmalaya beberapa bulan sebelumnya.

Setelah pelaksanaan Technical Meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026, persiapan secara optimal mulai dilakukan. Para pembina bersama sejumlah guru dan tenaga pendidik bergerak membangun kesiapan peserta melalui latihan, pendampingan, serta penguatan materi sesuai bidang perlombaan yang akan dihadapi.

Proses tersebut tentu tidak berlangsung tanpa tantangan. Sebagian besar peserta merupakan santri Pondok Pesantren Al Mubarokah yang juga memiliki tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan aktivitas kepesantrenan, termasuk rutinitas mengaji. Di tengah keterbatasan waktu dan padatnya agenda, para pembina berupaya menyusun pola latihan yang efektif tanpa mengesampingkan kewajiban utama peserta sebagai santri. Bahkan, dalam pelaksanaan pembinaan, waktu mengaji siang tetap dihormati dan tidak diambil untuk kepentingan latihan.

Regu Mawar dibimbing oleh Ibu Ina Mutoharoh selaku Pembina Putri, dengan dukungan Ibu Nisa Nursamsi sebagai Pembantu Pembina Putri. Sementara itu, Regu Macan Putih memperoleh pendampingan dari Hopip Abdul Rohman. Seluruh proses pembinaan juga mendapatkan dukungan dari para guru dan staf SMP Plus Assyifa yang turut membantu mempersiapkan peserta sesuai dengan bidang lomba masing-masing.

Sebelum keberangkatan, suasana berbeda terasa di lingkungan Assyifa Boarding School pada Jumat pagi, 30 Oktober 2026. Jika pada pagi hari biasanya keluarga besar Assyifa mengawali aktivitas dengan pembacaan surat khusus, kali ini kegiatan diawali dengan doa bersama dan pelepasan resmi kontingen Pramuka SMP Plus Assyifa.

Di hadapan seluruh keluarga besar Assyifa Boarding School, para peserta memohon doa restu dari guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa agar diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan kemampuan untuk menampilkan usaha terbaik selama mengikuti perlombaan.

Pelepasan secara resmi dilakukan oleh perwakilan Yayasan Al Mubarokah, Bapak Bangbangbahrul Mutakin, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pesan dan motivasi agar seluruh peserta menjadikan LT II sebagai kesempatan untuk belajar, menguji kemampuan, serta mengharumkan nama lembaga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan Assyifa.

"Keberangkatan ini bukan semata-mata untuk mengikuti perlombaan dan mengejar penghargaan. Ada amanah besar yang dibawa oleh setiap peserta, yaitu menjaga nama baik sekolah, pesantren, dan yayasan. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, junjung tinggi sportivitas, dan tetaplah rendah hati dalam setiap keadaan. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab. Apa pun hasil yang diperoleh, jangan pernah berhenti belajar dan memperbaiki diri. Yayasan tentu memberikan dukungan dan doa agar anak-anak Assyifa dapat menjalani seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya," ungkap Bangbang Bahrul Mutakin, M.Pd.

Kepala SMP Plus Assyifa, Risma Novarindawati, S.Pd., juga memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan kontingen. Dukungan tersebut diwujudkan melalui perhatian, motivasi, serta fasilitasi moril dan materiil untuk menunjang kelancaran persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.

Dalam keterangannya menjelang keberangkatan, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti LT II merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang harus dimanfaatkan oleh peserta didik.

"Kami sangat mengapresiasi kesiapan dan keberanian anak-anak yang telah mendapatkan kepercayaan untuk mewakili SMP Plus Assyifa. Kegiatan ini merupakan ruang belajar yang sesungguhnya, tempat peserta didik menguji kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan, menjaga kesehatan, menaati arahan pembina, serta membawa nama baik Assyifa dengan akhlak dan perilaku yang terpuji. Berangkatlah dengan niat baik, berjuanglah dengan sungguh-sungguh, dan jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tutur Risma Novarindawati, S.Pd.

Tepat pukul 08.00 WIB, kontingen Pramuka SMP Plus Assyifa diberangkatkan dari kampus Assyifa menuju Lapangan Kalapagenep, Cikalong. Keberangkatan tersebut menjadi awal dari perjalanan tiga hari yang diwarnai dengan semangat kebersamaan, tantangan perlombaan, dan pengalaman baru bagi seluruh peserta.

Perhelatan LT II secara resmi dibuka langsung oleh Camat Kecamatan Cikalong selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran). Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya serta sejumlah tamu undangan, di antaranya Pengawas SMP Wilayah Kecamatan Cikalong. Kehadiran unsur pemerintahan, jajaran kwartir, dan pemangku kepentingan pendidikan tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, para peserta dihadapkan pada berbagai mata lomba yang menguji kecakapan teknis, kreativitas, wawasan, ketangkasan, serta kemampuan bekerja sama. Lomba utama meliputi Storytelling, Bentuk Barisan Pakai Tongkat, Tata Kelola Lingkungan, Peta Lokasi, Peta Pita, Peta Perjalanan, Morse, Semaphore, Sandi, dan Miniatur Pioneering.

Selain itu, terdapat lomba penunjang yang terdiri atas Kaligrafi, Bermain Peran, Parade Kepahlawanan, dan Pakaian Seragam berdasarkan PP Nomor 174 Tahun 2012. Sementara lomba tambahan mencakup Teknologi Tepat Guna, Packing Bag, serta Laporan Administrasi Regu LT II.

Ragam perlombaan tersebut memberikan pengalaman yang menyeluruh bagi peserta. Mereka tidak hanya dituntut untuk menguasai keterampilan kepramukaan, tetapi juga ditantang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, ketelitian, kecakapan berpikir, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan mengelola organisasi dalam lingkup regu.

Setelah melalui rangkaian kegiatan dan penilaian, Regu Mawar berhasil mengumpulkan sejumlah capaian pada beberapa mata lomba. Regu putri SMP Plus Assyifa ini memperoleh predikat Berprestasi Baik sebagai hasil akumulasi capaian yang diperoleh selama mengikuti perlombaan.

Adapun rincian capaian Regu Mawar meliputi Kaligrafi dengan predikat Berprestasi Cukup, Teknologi Tepat Guna Berprestasi Baik, Peta Perjalanan Berprestasi Cukup, Morse Berprestasi Baik, Storytelling Berprestasi Baik, serta Bermain Peran Berprestasi Cukup.

Sementara itu, Regu Macan Putih turut mencatatkan hasil pada sejumlah mata lomba, yakni Laporan Administrasi Regu dengan predikat Berprestasi Cukup, Peta Lokasi Berprestasi Cukup, serta Bermain Peran Berprestasi Baik.

Capaian yang diperoleh kedua regu menjadi bagian dari perjalanan pembinaan Pramuka Penggalang di SMP Plus Assyifa. Setiap mata lomba menghadirkan pengalaman, tantangan, dan pembelajaran yang berbeda. Hasil tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek-aspek keterampilan yang telah berkembang serta bidang-bidang yang masih perlu mendapatkan perhatian dalam pembinaan berikutnya.

Kepala SMP Plus Assyifa, Risma Novarindawati, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan keikutsertaan kontingen. Menurutnya, nilai sebuah perjuangan tidak hanya ditentukan oleh predikat yang diperoleh, tetapi juga oleh proses, kesungguhan, dan karakter yang terbentuk selama menjalani kegiatan.

"Atas nama sekolah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah membawa amanah pangkalan SMP Plus Assyifa. Kami bangga karena anak-anak telah berani mengambil bagian, berusaha, dan memperoleh pengalaman melalui kompetisi ini. Setiap hasil tentu menjadi bahan refleksi bagi kita bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan ke depan. Kita tidak boleh berhenti pada apa yang telah dicapai hari ini, tetapi harus menjadikannya pijakan untuk melangkah lebih baik. Saya berharap pengalaman LT II ini semakin menumbuhkan semangat berlatih, kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab, sehingga pada kesempatan mendatang Pramuka Assyifa mampu menunjukkan perkembangan yang semakin membanggakan," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Bangbangbahrul Mutakin, M.Pd., atas nama Yayasan Al Mubarokah, menyampaikan harapan agar pengalaman yang diperoleh para peserta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan tidak mudah berpuas diri.

"Anak-anak yang telah mewakili SMP Plus Assyifa harus tetap memiliki semangat dan kepercayaan diri. Jangan jadikan hasil perlombaan sebagai batas kemampuan, melainkan sebagai cermin untuk melihat apa yang sudah baik dan apa yang masih harus diperbaiki. Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi untuk berlatih lebih terarah, lebih disiplin, dan lebih sungguh-sungguh. Regenerasi dalam Gerakan Pramuka harus terus berjalan. Mereka yang hari ini memperoleh pengalaman akan menjadi bekal bagi adik-adiknya pada masa mendatang. Yayasan Al Mubarokah senantiasa berharap lahir generasi Assyifa yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, berbudaya dalam perilaku, serta senantiasa berlandaskan nilai-nilai religius," tuturnya.

Di balik seluruh rangkaian perjuangan tersebut, para pembina menyampaikan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Ina Mutoharoh, S.Pd., selaku Pembina Putri yang mendampingi kontingen, menyampaikan bahwa keberhasilan terselenggaranya keikutsertaan SMP Plus Assyifa dalam LT II merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur keluarga besar Assyifa.

"Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Kepala SMP Plus Assyifa, Risma Novarindawati, S.Pd., yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil, kepada seluruh guru dan staf Assyifa yang telah membantu membimbing serta mempersiapkan peserta pada setiap mata lomba, kepada orang tua peserta yang telah memberikan izin, kepercayaan, doa, dan dukungan kepada putra-putrinya, serta kepada Yayasan Al Mubarokah dan Pondok Pesantren Al Mubarokah yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh siswa Assyifa, para simpatisan, dan seluruh keluarga besar Assyifa yang telah memberikan doa serta semangat sejak persiapan hingga berakhirnya kegiatan. Secara khusus, penghargaan dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh peserta Regu Mawar dan Regu Macan Putih yang telah bersedia menjalankan amanah sebagai perwakilan pangkalan. Kalian telah memberikan waktu, tenaga, dan usaha terbaik di tengah berbagai kesibukan sebagai pelajar sekaligus santri.

Kami sebagai pembina juga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada pihak sekolah, yayasan, pesantren, dan seluruh keluarga besar Assyifa, karena dalam kesempatan ini kami belum dapat mengantarkan anak-anak pada capaian terbaik sebagaimana yang diharapkan. Namun, kami percaya bahwa setiap proses memiliki nilai dan setiap pengalaman menyimpan pelajaran. Hasil kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki pola pembinaan, meningkatkan kesiapan teknis, dan mempersiapkan generasi berikutnya dengan lebih baik," ungkap Ina Mutoharoh, S.Pd.

Perjalanan menuju LT II Cikalong 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh predikat tertinggi, melainkan juga tentang bagaimana sebuah proses membentuk pribadi yang lebih matang. Waktu persiapan yang terbatas, penyesuaian dengan aktivitas pembelajaran dan kepesantrenan, pembagian tugas, serta tuntutan berbagai mata lomba menjadi pengalaman nyata yang tidak seluruhnya dapat diperoleh di ruang kelas.

Bagi SMP Plus Assyifa, pengalaman ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan pembinaan Gerakan Pramuka. Evaluasi terhadap kesiapan regu, penguasaan materi, manajemen latihan, serta pendampingan yang lebih terstruktur menjadi hal penting untuk diperhatikan. Regenerasi anggota dan penguatan keterampilan dasar kepramukaan juga perlu terus dilakukan agar pengalaman yang diperoleh generasi saat ini dapat menjadi fondasi bagi generasi berikutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan visi SMP Plus Assyifa, Unggul, Berbudaya, Berkarakter, Akuntabel, Religius. Unggul diwujudkan melalui kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi; berbudaya melalui penghormatan terhadap nilai, aturan, dan kebersamaan; berkarakter melalui disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sportivitas; akuntabel melalui kesungguhan menjalankan amanah; dan religius melalui doa, keikhlasan, serta penghormatan terhadap kewajiban sebagai seorang muslim dan santri.

LT II Cikalong 2026 pun menjadi satu babak penting dalam perjalanan Pramuka SMP Plus Assyifa. Ada capaian yang patut disyukuri, ada pengalaman yang layak dikenang, dan ada pekerjaan pembinaan yang harus dilanjutkan. Sebab, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi tentang membentuk manusia yang mampu belajar dari setiap proses, bangkit dari setiap tantangan, dan terus bertumbuh menuju kualitas diri yang lebih baik.

Dari Lapangan Kalapagenep, Cikalong, semangat Regu Mawar dan Macan Putih membawa satu pesan: perjuangan boleh berakhir, tetapi proses belajar, pembinaan, dan pengabdian untuk Assyifa harus terus berlanjut.

Tuliskan Komentar Anda